Press Release

.

Dukung Strategi Industrialiasi Hijau Indonesia 2030: Walikota Surabaya Tinjau Pengelolaan Air Limbah Terpadu Kawasan SIER

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan pujian setinggi langit terhadap instalasi pengolahan air limbah cair terpadu, yang ada di PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). Bahkan Wali Kota Eri menyebut Waste Water Treatment Plant (WWTP) SIER jadi yang terbaik di Indonesia.

Pujian itu diberikannya, usai berkeliling melihat proses pengolahan limbah cairmulai dari sumur masuknya seluruh limbah dari tenant-tenant SIER, hingga limbah yang sudah diolah jadi air bersih bahkan bisa diminum airnya.

Wali Kota Eri menyempatkan diri melihat WWTP SIER, usai memberikan pengarahan dalam acara Navigating The Human Resources Landscape: Exploring Future Trends In Industry, di Hall Basrani Rizal, Wisma SIER Surabaya, Kamis (27/7/2023).

"PT SIER luar biasa dalam pengolahan limbahnya. Limbah ini dari seluruh pabrik yang ada di kawasan SIER diatur instalasinya lewat saluran khusus yang jadi WWTP Komunal. Air limbah yang kotor, bau dan berbahaya ini bisa diolah sedemikian rupa, hingga airnya bersih dan bisa diminum. Dan yang luar biasa, airnya didistribusikan ke pabrik-pabrik untuk digunakan lagi, semoga suatu saat bisa zero-spill sehingga kemanfaatan air menjadi optimal" ujarnya.

Usai melihat WWTP SIER ini, ia ingin pabrik-pabrik yang ada di Kota Pahlawan lainnya untuk melihat pengolahan limbah cair di SIER, khususnya jika pabrik tersebut belum memiliki WWTP yang baik.

"Limbah itu wajar dihasilkan dari proses produksi, yang penting harus harus diolah sedemikian rupa. Jangan sampai melanggar ambang batas regulasi saat dibuang di sungai, karena nanti bisa menimbulkan pencemaran. Apalagi kalau sungai itu dimanfaatkan warga, tentu akan menimbulkan dampak yang tidak baik untuk kesehatan. Alhamdulillah, pengolahan limbah SIER salah satu yang terbaik di Indonesia," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Eri juga memuji SIER yang telah menerapkan konsep green industry dan green building. Konsep sederhana penerapan itu adalah dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai tenaga surya.

"Konsep green ini bukan hanya kawasan yang banyak pohonnya. Tapi juga telah digunakannya energi terbarukan misalnya dari tenaga surya, aplikasi gedung yang tidak banyak menggunakan lampu. SIER saya lihat sudah menerapkan konsep green ini. WWTP ini memainkan peran penting dalam melindungi kesehatan masyarakat, menjaga kualitas air di sungai dan lautan, serta berkontribusi pada promosi praktik pengelolaan air yang berkelanjutan dan mendukung pengembangan masa depan yang lebih hijau dan bersih. kata Walikota termuda Surabaya ini.

Sementara itu, Direktur Utama PT SIER Didik Prasetiyono menambahkan, SIER berkomitmen dalam mendukung keterlibatan sektor swasta dalam berinvestasi dan mengembangkan inovasi hijau, edukasi dan pelatihan bagi pekerja untuk meningkatkan pemahaman tentang praktik industri hijau. 

“Keseluruhan, sesuai arahan Pak Walikota Surabaya saat berkunjung di WWTP SIER tadi, perlu sinergi antara pemerintah, bisnis, dan masyarakat sebagai kunci untuk mewujudkan industri hijau yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Indonesia, sesuai roadmap jangka panjang Strategi Industrialiasi Hijau Indonesia 2030,” ungkap Wakil Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia ini.

Lihat lebih detail

Upaya Entaskan Kemiskinan, Wali Kota Eri Ajak Tenant Investor SIER Sinergi

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak seluruh tenant yang ada di PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) untuk saling bersinergi, dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kota Pahlawan.

Secara khusus, Wali Kota Eri, meminta perusahaan atau pabrik-pabrik yang ada di kawasan industri SIER untuk merekrut tenaga kerja yang warga penduduk Surabaya. Teknisnya dengan menggandeng Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Surabaya, untuk mencari tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai yang dicari tenant.

"Saya terkadang merasa sedih, saat membuka atau memberikan izin investasi baru seluas-luasnya, tapi yang bekerja bukan orang Surabaya. Seharusnya karena investasinya di Surabaya, harusnya yang bekerja mayoritas juga orang Surabaya," ujar Wali Kota Eri, saat memberikan pengarahan dalam acara Navigating The Human Resources Landscape: Exploring Future Trends In Industry, di Hall Basrani Rizal, Wisma SIER Surabaya, Kamis (27/7/2023) yang menghadirkan pembicara dari Forkom tenant SIER, Daya Lima DDI, dan Meratus.

Wali Kota Eri mengatakan di depan perwakilan tenant dan investor kawasan industri SIER, selama ini memang tidak ada kerjasama antara Pemkot Surabaya dan perusahaan dalam mencari tenaga kerja. Untuk itu, ia menawarkan konsep link and match pencarian tenaga kerja yang melibatkan Pemkot Surabaya dalam hal ini melalui Disnaker.

"Jika perusahaan di SIER membutuhkan tenaga kerja, bisa menghubungi disnaker. Selanjutnya disnaker akan mencari dan memberikan pelatihan sesuai yang dibutuhkan perusahaan. Dengan begitu, jika warga Surabaya yang sudah diberikan pekerjaan itu tidak bekerja dengan baik, bisa ikut memberikan peringatan keras juga, tidak hanya perusahaan saja," ungkapnya.

Wali Kota Eri kemudian memberikan apresiasi salah satu perusahaan di kawasan SIER yang lebih 80 persen karyawannya adalah orang Surabaya yakni PT Sampoerna. Bahkan perusahaan tersebut juga sangat gencar memberikan corporate social responsibility (CSR) untuk warga Kota Pahlawan.

“Seperti Sampoerna itu, bagus komunikasinya. Saya dorong pengelola kawasan industri SIER untuk aktif sosialisasi dan mengumpulkan data, berapa jumlah orang Surabaya dan luar Surabaya yang bekerja di tenant-tenant SIER. Dengan begitu, saya bisa tahu berapa orang Surabaya yang bekerja di kawasan industri SIER. Biar juga pemerintah bisa adaptasi dan melakukan pelatihan, tenaga kerja bagaimana sih yang dibutuhkan di industri-industri ini. Kalau perlu kesesuaian kurikulum khususnya pendidikan vokasi agar yang diinginkan dunia usaha dan industri sesuai dengan kualifikasi pendidikan,” ungkapnya.

Permintaan itu harus disampaikannya, kata Wali Kota Eri, karena ujungnya dia ingin mengurangi jumlah orang miskin di Surabaya. "Saya berharap ada sinergitas antara Pemkot Surabaya dengan investor. Sebab tujuan utamanya dibukanya investasi adalah untuk mengurangi kemiskinan. Caranya dengan mengambil tenaga kerja dari penduduk sekitar perusahaan itu berdiri," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT SIER Didik Prasetiyono mengatakan, SIER siap melakukan sinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya, Sidoarjo dan Kabupaten Pasuruan dimana tempat kawasan industri yang dikelola SIER berada. 

“Tantangannya tentunya adalah pemenuhan kualifikasi pekerja, tentunya bila ada yang berdomisili dekat industri akan sangat membantu. Menjadi tanggung jawab bersama untuk peningkatan kualitas pendidikan, dan pelatihan keterampilan tenaga kerja tersedia. Keinginan kita tentunya sama dengan yang Pak Wali Kota sampaikan, industrialisasi bisa mengurangi kesenjangan sosial, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga ini.

Lihat lebih detail

SIER Adakan Simulasi Tanggap Darurat di PIER

Sebagai upaya pemenuhan perusahaan terhadap peraturan perundangan K3 yang berlaku (Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012), PT SIER mengadakan Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran dan P3K untuk Divisi PIER pada Rabu (26/7).

Kegiatan yang dilaksanakan di IPAL PIER ini melibatkan Tim Tanggap Darurat Divisi Kawasan PIER dan seluruh karyawan (organik/ PKWT/ outsourcing) di Area IPAL PIER.

Rangkaian simulasi ini meliputi simulasi kebakaran pada rumput ilalang di sekitar area TPS 3R dan simulasi penangananan 1 (orang) korban yang mengalami patah tulang lengan.

"Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menyediakan sistem tanggap darurat yang andal sebagaimana tertuang dalam Kebijakan K3 PT SIER", ujar M. Afifudin selaku Kepala Divisi Pengawasan Operasional dan Health, Safety, and Environment.

Kegiatan simulasi tanggap darurat ini mengaktivasi Tim Aset; Tim Evakuasi; Tim Pemadam; Tim P3K dan mengerahkan 1 unit mobil Pemadam Kebakaran Divisi Kawasan PIER untuk memadamkan api dan 1 unit Transemergency Divisi Kawasan PIER untuk merujuk korban ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat.

Lihat lebih detail

PT Veolia Services Indonesia dan PT SIER Melakukan Penandatanganan Kerjasama di SIER Pasuruan

Salah satu tenant PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) melakukan perpanjangan sewa, melalui Bangunan Pabrik Siap Pakai (BPSP). Tenant itu yakni PT Veolia Services Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang RPET (Recycle Poly Ethyene Terephtalate) Food Grade, yang saat ini merupakan perusahaan daur ulang plastik yang terbesar di dunia.

Penandatanganan kerjasama ini dilakukan antara pihak PT Veolia dan PT SIER di Kantor SIER Pasuruan (PIER), hari ini (24/7).

Perwakilan PT Veolia Services Indonesia dihadiri Direktur PT Veolia, H Ir Joko Tripujono Sunaryo MBA dan Operation Manager PT Veolia, Ragil Yuanto. Sementara SIER dihadiri oleh Kepala Divisi Pemasaran PT SIER, Yosa Putri Hapsari.

Joko mengatakan, perusahaannya telah melakukan beberapa kali kerjasama dengan SIER. Pertama kali berinvestasi di SIER pada 2018 dengan menyewa gudang, sewa BPSP (Bangunan Pabrik Siap Pakai), kemudian melakukan perluasan investasi di kawasan industri PIER (Pasuruan Industrial Estate Rembang).

“Kami sebelumnya sudah memiliki lahan di PIER. Sekarang kami melakukan kerjasama lagi dengan melakukan sewa jangka waktu 4 tahun melalui BPSP dengan luasan 1.800m2 di kawasan yang sama yakni PIER. Selain itu juga Veolia sudah memiliki lahan melalui Perjanjian Penggunaan Tanah Industri (PPTI) kurang lebih seluas 3 Hektar,” ungkap Joko.


Lihat lebih detail

Terapkan Respectful Workplace Policy, SIER Wujudkan Iklim Kerja yang Produktif

PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) berkomitmen untuk senantiasa menciptakan lingkungan kerja yang nyaman sekaligus produktif. Didukung dengan Surat Edaran Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SE-3/MBU/04/2022 tentang Kebijakan Berperilaku Saling Menghargai di Tempat Kerja (Respectful Workplace Policy) di Lingkungan Badan Usaha Milik Negara, SIER melaksanakan Sosialisasi Kebijakan & Pedoman Berperilaku Saling Menghargai di Tempat Kerja (Respectful Workplace Policy/RWP).

Ruang lingkup RWP sendiri antara lain terkait perlindungan dan pencegahan pada Insan SIER selama berada di lingkungan kerja PT SIER atas perilaku tidak menghargai (disrespectful behaviour) termasuk kekerasan, pelecehan, dan diskriminasi, hal ini termasuk termasuk pada perilaku tidak menghargai melalui media elektronik. Insan SIER yang dimaksud antara lain Manajemen, Karyawan, Karyawati, Tenaga Alih Daya (Outsource), Tenaga Magang termasuk Anak Perusahaan dan Koperasi Karyawan SIER.

“Tujuan dari adanya pedoman RWP ini untuk membangun lingkungan kerja yang inklusif dan setara dengan memberikan perlindungan dan pencegahan atas perilaku tidak menghargai termasuk kekerasan, pelecehan, dan diskriminasi bagi seluruh insan SIER di lingkungan kerja PT SIER. Melalui sosialisasi hari ini, diharapkan RWP dapat dipahami oleh insan SIER dan dapat diimplementasikan dengan baik,” ujar Rizka Syafittri Siregar, Direktur Keuangan, Administrasi dan Manajemen Risiko PT SIER.

Dalam acara sosialisasi yang dilaksanakan bersamaan dengan Kartini Award 2023 dan SIER Akhlak Culture Festival yang dilaksanakan secara daring (7/6/2023), Rizka menambahkan bahwa pedoman RWP ini juga sangat penting dan menjadi perhatian utama SIER dalam menjaga kinerja berkelanjutan dari Insan SIER.

“Seluruh insan SIER memiliki peranan dalam implementasi RWP di lingkungan SIER ini. Pelaporan bila ada perilaku tidak hormat atau pelanggaran bisa dilakukan dengan mengacu kepada SOP yang berlaku. Kami menyediakan form yang bisa diisi oleh pelapor. Tim RWP melalui Srikandi Bidang 1 siap mengawal bila ada laporan dengan mengedepankan keselamatan dan kerahasiaan”, kata Fitrina Kusuma Dewi, Kepala Divisi Sumber Daya Manusia sekaligus Ketua Tim RWP SIER.

Fitrina melanjutkan bahwa untuk dengan adanya pedoman RWP ini diharapkan seluruh insan SIER dapat mengakui dan menghargai perbedaan dalam lingkungan kerja yang beragam. Selain itu, juga menjamin setiap Insan SIER tidak diperlakukan berbeda karena karakteristiknya serta memiliki kesempatan akses sarana dan prasarana yang sama dan adil.

“RWP ini sudah menjadi acuan yang wajib hukumnya dilaksanakan sesuai dengan arahan dari Kementerian BUMN dan SIER siap menjalankan sesuai pedoman yang sudah dibuat. Besar harapan kami, RWP ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh insan SIER, sehingga dapat meningkatkan produktivitas karyawan selama bekerja”, pungkas Rizka.

Lihat lebih detail