Press Release

.

Kementerian BUMN Integrasikan Penyedia Logistik BUMN di PIER dan Teluk Lamong

Surabaya - Asisten Deputi (Asdep) Bidang Jasa Logistik Kementerian BUMN, Desty Arliani, memimpin Rapat Koordinasi Project Management Office (PMO) Logistik BUMN Pengembangan Dry Port Pasuruan dan Konsolidasi UMKM pada Ekosistem Kawasan Industri Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) dan Teluk Lamong, di Hall Basroni Rizal, Gedung Wisma SIER pada, Selasa (30/4/2024) lalu. Rapat ini digelar dalam rangka peningkatan performa integrasi penyedia logistik BUMN.

Selain dihadiri Asdep Bidang Jasa Logistik Kementerian BUMN, juga dihadiri Koordinator Keasdepan Jasa Telekomunikasi Media, Tumik Kristianingsih; Direktur Bisnis dan Pengembangan PT Pos Indonesia, Prasabri Pesti; Direktur Strategi PT Pelindo Solusi Logistik, Retno Soelistianti; dan Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Sirait.

Lalu hadir pula, Senior Portofolio Management Specialist PT Danareksa, Nurul Andhika Ikhwal; Advisor CDD of Freight Marketing and Sales PT Kereta Api Indonesia (KAI), Edi Sudiarto; Area Manager Divisi Regional III Perum DAMRI, Suyanto; Kepala Departemen Bisnis dan Pengembangan Terminal Petikemas dan Logistik PT Pelindo, Meidhy Utama; Direktur Utama PT SIER Didik Prasetiyono dan Direktur Operasional PT SIER, Lussi Erniawati.

Dalam kesempatan itu, Asdep Bidang Jasa Logistik Kementerian BUMN, Desty Arliani menjelaskan mengenai strateginya integrasi ekosistem logistik. Menurutnya, dalam membangun ekosistem jasa logistik BUMN, ada tiga inisiatif integrasi yang harus dilakukan. Yaitu integrasi layanan digital, integrasi fisik dan integrasi korporasi. “Intergrasi layanan secara digital sudah dijalankan sejak diluncurkannya GLID (platform digital jasa logistik BUMN). Sehingga masing-masing BUMN yang memiliki jasa kargo bisa melakukan sinergi jasa layanan logistik dan menyesuaikan dengan kebutuhan pasar,” jelas Desty.

Integrasi fisik, lanjutnya, menjadi tantangan operasional bagi masing-masing BUMN. Sebab proses pembangunannya membutuhkan waktu, dan dengan infrastruktur yang sudah ada saat ini diperlukan kreasi untuk optimalisasi infrastruktur yang sudah ada. “Jika nantinya sudah terwujud integrasi fisik, pada akhirnya kita bisa mewujudkan integrasi korporasi,” tutur Desty.

Sementara itu, Direktur Pos Indonesia, Prasabri Pesti mengatakan, rencana awal yang digagas oleh PMO BUMN untuk penciptaan konsolidasi UMKM dan ekosistem logistik perlu adanya tiga inisiatif sinergi produk, inisiatif sinergi plaform, dan sinergi pasar dari seluruh BUMN yang terlibat dalam membentuk ekosistem yang kondusif. “Terdapat tiga inisiatif sinergi yang harus dilakukan untuk keberadaan Dry Port Pasuruan ini bisa berhasil menjadi tempat pilihan jasa logistik para pelaku UMKM dan investor mendistribusikan dan memperluas jaringan pasarnya,” ujar Prasabri.

Dalam rakor tersebut, juga ada pemaparan dan presentasi video tiga pilihan alternatif titik lokasi pembangunan Dry Port di PIER yang sampaikan Direktur Operasional PT SIER, Lussi Erniawati. “Berdasarkan hasil survei awal yang telah dilakukan oleh tim logistik, ada tiga titik pembangunan yang bisa dijadikan pilihan, akan kami dalami dengan kajian feasibility study terlebih dahulu, terima kasih dukungan secarah khusus kepada PT KAI yang menjadi ujung tombak dalam penyediaan terminal Dry Port ini” jelas Direktur Operasi SIER ini.

Menurut Lussi, Dry Port kereta api sangat penting dalam ekosistem industri karena menyediakan akses yang efisien dan terpadu antara pelabuhan laut dengan wilayah dalam, mempercepat distribusi barang, mengurangi kemacetan di pelabuhan. Selain itu juga menekan biaya logistik dengan memfasilitasi transfer barang dari kontainer kapal langsung ke kereta api, meningkatkan efisiensi rantai pasok dan memperluas jangkauan pasar untuk pertumbuhan industri secara keseluruhan.

Sedangkan Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Sirait, memberikan pemaparan serta gambaran ekosistem bisnis jasa logistik dan desain gudang barang kering yang sudah dimiliki oleh PT Terminal Teluk Lamong.

“Saat ini di Terminal Teluk Lamong sudah memiliki bangunan gudang barang kering, untuk tempat bongkar muat dan penyimpanan sementara barang-barang yang akan diekspor. Hal ini juga bisa menjadi alternatif yang bisa mendukung perencanaan pembangunan Dry Port,” katanya.

Pada Rakor PMO Logistik BUMN ini, juga melakukan port visit ke Terminal Teluk Lamong untuk melihat lokasi gudang konsolidasi area Container Freight Station (CFS), serta penandatanganan kesepakatan pembahasan rapat dan kunjungan ke Terminal Petikemas Surabaya.


Lihat lebih detail

Sinergi Antara Kawasan Industri dan Pemerintah Dorong Kemudahan Investasi di Jawa Timur

Dalam rangka menjaga iklim investasi yang sehat dan kondusif di Jawa Timur, Himpunan Kawasan Industri (HKI) Korwil Jawa Timur mengadakan acara Halal Bihalal yang dihadiri oleh para pengelola kawasan industri serta perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 29 April 2024 di Gedung Wisma SIER, Surabaya.

Pengelola kawasan industri yang hadir di antaranya Direktur Ngoro Industrial Park Wihardi, GM HR and External Relation JIIPE Roro Ayu Yayuk Dwi Hasturi, Direktur Safe n Lock Richard Malessy Lumenta, GM Marketing Estate Infrastrucuture and Planners Safe n Lock Marcos Iwan. Kemudian Dirut Kawasan Industri Gresik (KIG) Setyo Nugroho Haribowo, Manajer Pemasaran dan Pengembangan KIG Hery Setiawan, Manajer SDM dan Hukum KIG Mochammad Kharis, Direktur Kawasan Industri Maspion Njuswarno Yusilo, perwakilan SiRIE Slamet, dan Dirut PT SIER Didik Prasetiyono, beserta para direksi.

Salah satu aspek krusial dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif adalah sinergi antara pengelola kawasan industri dan pemerintah. Hal ini menjadi fokus dalam sambutan dari Wakil Ketua Umum HKI Wilayah Jawa Timur, Didik Prasetiyono, yang menekankan pentingnya komitmen bersama untuk membangun iklim investasi yang sehat. Sinergi tersebut didefinisikan sebagai kesepakatan untuk menciptakan kemitraan harmonis guna menyelesaikan berbagai tantangan dan memberikan solusi terbaik bagi pengelola kawasan industri dan calon investor.

Dalam acara tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur (DPMPTSP), Dyah Wahyu Ermawati, menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pengelola kawasan industri dalam menjaga iklim investasi yang baik. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan sektor industri untuk mencapai tujuan bersama dalam mengembangkan ekonomi daerah.

Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam acara tersebut adalah pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pekerja di kawasan industri. Asosiasi Himpunan Kawasan Industri (HKI) Jawa Timur diapresiasi oleh pemerintah provinsi karena para tenant dan investor di kawasan industri anggota HKI di Jawa Timur telah menunaikan kewajiban pembayaran THR kepada pekerja tenant kawasan industri. Langkah ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga kesejahteraan para pekerja industri.

Selain itu, para pengelola kawasan industri juga menyuarakan potensi kawasan industri dalam mendukung program pemerintah untuk energi hijau. Salah satunya adalah melalui penggunaan energi terbarukan seperti tenaga surya, yang telah diterapkan di beberapa kawasan industri. Direktur Utama Kawasan Industri Gresik, Setyo Nugroho, menyampaikan harapannya agar pemerintah dapat memberikan dukungan dan kemudahan bagi investasi dalam pengembangan energi hijau.

Dalam menjawab tantangan tersebut, Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk menyediakan bantuan dan dukungan kepada para calon investor dalam menghadapi berbagai kendala khususnya regulasi. Salah satu langkah yang akan segera diimplementasikan adalah pembuatan helpdesk serta forum team-to-team untuk menangani permasalahan investasi dengan lebih efisien.

Puncak acara Halal Bihalal ini ditandai dengan kunjungan ke Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang berlokasi di Gedung Wisma SIER. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan potensi kawasan industri dalam mendukung program pemerintah untuk energi hijau. SPKLU tersebut menggunakan energi terbarukan dari panel surya, mencerminkan komitmen para pengelola kawasan industri dalam menjaga lingkungan dan mendukung program energi hijau.

Dengan sinergi yang kuat antara pengelola kawasan industri dan pemerintah, serta komitmen untuk menjaga iklim investasi yang sehat dan mendukung program energi hijau, Jawa Timur siap menjadi destinasi investasi yang menarik bagi para investor yang peduli terhadap pembangunan berkelanjutan.


Lihat lebih detail

Lelang Non Eksekusi Wajib Milik Negara

PENGUMUMAN

Nomor : 001/SIER-SE/DK/IV/2024



Deskripsi Pelaksanaan Lelang

Cara Penawaran : Open bidding

Hari, tanggal : Selasa, 30 April 2024

Waktu penawaran : Sejak tayang pada aplikasi lelang s.d. batas akhir penawaran

Batas Akhir Waktu Penawaran  : pukul 09.50 Waktu Server (sesuai WIB)

Alamat domain : https://portal.lelang.go.id dan/atau https://lelang.go.id

Tempat Lelang : KPKNL Surabaya, GKN I Lantai 5, Jalan Indrapura No. 5, Surabaya

Penetapan Pemenang : Setelah batas akhir penawaran

Peserta lelang dapat melihat aset yang akan dilelang sejak tanggal 23-29 April 2024 pukul 10:00 Di Kantor PT SIER jalan Rungkut Industri Raya No. 10 Surabaya dan Rungkut Industri III No. 60 Surabaya.

Informasi lebih detail dan surat resmi dari SIER bisa KLIK DI SINI


Lihat lebih detail

Khitan Massal SIER, Perayaan Ulang Tahun Emas dengan Jejak Sosial yang Bermakna

PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menggelar acara khitan massal yang digelar selama dua hari pada, 22-23 April 2024. Acara ini digelar dalam rangka memeriahkan dan memperingati ulang tahun emas pengelola kawasan industri milik pemerintah ini.

Khitan massal ini pun disambut antusias warga, utamanya masyarakat sekitar wilayah operasional SIER. Total ada 110 peserta dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat umum.

Direktur Utama PT SIER, Didik Prasetiyono menuturkan, SIER selalu hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Diulang tahunnya yang ke-50 tahun, SIER menggelar berbagai agenda yang langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya adalah khitan massal ini.

“SIER selalu berupaya untuk berbagi kebaikan kepada masyarakat luas. Kegiatan khitan massal ini adalah salah satu wujud nyata dari komitmen kami sebagai badan usaha milik negara (BUMN), dalam memberikan kontribusi yang berarti," ujar Didik.

Menurut Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) ini, kegiatan sosial ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT SIER. Program ini berfokus pada pilar pembangunan sosial, terutama dalam bidang kesehatan.

“Sunat atau khitan dipilih sebagai salah satu kegiatan karena peran pentingnya dalam masyarakat tidak hanya dari segi keagamaan, tetapi juga dari aspek kesehatan. Khitan membantu mencegah penyakit dan menjaga kebersihan, yang pada akhirnya berkontribusi pada kesejahteraan anak-anak di sekitar wilayah operasional SIER,” ungkapnya.

Pelaksanaan khitan massal ini, kata Didik, didukung Bank Syariah Indonesia (BSI). Kerja sama ini menunjukkan adanya kolaborasi yang baik antara sektor publik dan swasta, dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.

“Kita bersyukur, ternyata partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini mencerminkan tingginya antusiasme dan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan. Informasi mengenai khitan massal tersebar luas melalui media sosial, memungkinkan lebih banyak orang untuk mendapatkan manfaat dari kegiatan ini,” kata Didik.

Selain memberikan manfaat langsung kepada peserta, lanjutnya, kegiatan khitan massal ini juga menjadi sarana bagi SIER untuk memperkenalkan Klinik SIER kepada masyarakat umum. Dengan demikian, tidak hanya menjadi momen khitan semata, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.

Dalam khitan massal ini, metode sunat yang digunakan adalah sunat lem. Sebuah teknik yang terbukti efektif dalam menyatukan luka tanpa perlu menjahit. Muhammad Rizki Ilham Pratama, salah satu peserta khitan massal, memberikan kesaksiannya bahwa proses tersebut tidak menyakitkan sama sekali.

“Alhamdulillah sekarang saya sudah disunat. Tidak terasa sakitnya. Awalnya takut, karena kata teman-teman khitan itu menyakitkan. Tapi ternyata tidak. Terima kasih SIER dan BSI yang telah menggelar acara khitan massal. Sekarang saya sudah disunat,” tandasnya.


Lihat lebih detail

Memperkuat Sinergi: SIER, Kodim 0831/Surabaya Timur dan Muspika Setempat Gelar Olahraga Bersama

Bertempat di SIER Sport Arena, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) bersama jajaran Muspika Tenggilis, Gunung Anyar dan Rungkut melakukan senam pagi bersama. Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Dandim 0831/Surabaya Timur, Kolonel INF Didin Nasruddin Darsono dan PT SIER ini turut dihadiri oleh Kapolsek Rungkut, Kapolsek Gunung Anyar, Kapolsek Tenggilis, Camat Tenggilis, Camat Rungkut, Camat Gunung Anyar, serta jajaran.

Lebih dari sekadar berolahraga bersama, kegiatan yang dihadiri lebih dari 300 orang yang terdiri dari karyawan SIER, perangkat kecamatan, TNI, dan Kepolisian di wilayah Rungkut dan sekitarnya ini bertujuan untuk memperkuat sinergitas dan kebersamaan antara organisasi.

“Senam pagi bersama ini merupakan kegiatan yang positif untuk menjaga sinergitas, kolaborasi, dan koordinasi antar instansi,” ujar Didik. Ia berharap kebersamaan yang terjalin dengan baik di tingkat pimpinan juga dapat terjalin dengan baik di tingkat pelaksana.

Kedepan, SIER akan terus berkomitmen untuk menjalin kerjasama dan sinergi dengan berbagai pihak. Diharapkan, kerjasama dan sinergi tersebut ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan membangun wilayah operasional perusahaan yang lebih baik lagi.


Lihat lebih detail