Press Release

PT SIER Boyong Mitra Binaan ke Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Tantangan ekonomi yang hadir akibat Pandemi COVID-19 yang melanda tanah air tentunya berdampak pada sektor ekonomi. Tidak lain, kelompok Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) yang rentan terdampak akibat turunnya permintaan pasar yang berujung pada turunnya pendapatan bagi pelaku UMKM itu sendiri.

Empat mitra binaan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) yakni Velista Craft, Oemah Legit Dps, Cak Zin - Kerupuk tulang ikan, dan Yayuthres, turut meriahkan pameran pada acara Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Yayuthres merupakan produsen batik dengan teknik ecoprint dan shibori. Velista craft merupakan produsen kerajinan seperti aksesoris kalung etnik. Cak Zin memproduksi kerupuk amplang berbahan duri ikan. Yang terakhir adalah Omah Legit Dps yang memproduksi aneka ragam kue sehat.

"Ini merupakan langkah awal yang dilakukan PT SIER untuk para Mitra Binaan paska pandemi COVID-19. Kami terus berupaya meningkatkan kegiatan pendampingan bagi Mitra Binaan agar para pelaku UMKM dapat tumbuh menjadi semakin tangguh, kuat, serta memperluas pasarnya”, pungkas Direktur Operasi PT SIER, Didik Prasetiyono.

Para mitra binaan secara khusus difasilitasi PT SIER sesuai undangan dari Pemprov Jatim, untuk berpatisipasi pada kegiatan yang berlangsung di Pangkal Pinang Bangka Belitung, pada 24 Mei 2022.

“Program Kemitraan sendiri merupakan program untuk meningkatkan kemampuan UMKM menjadi mitra binaan SIER yang tangguh dan mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah kawasan industri SIER”, jelas Sri Priharti, Kepala Departemen TJSL PT SIER.

Pemilik Yayuthres, Theresia Yusufiani Rahayu, mengungkapan rasa terima kasih kepada PT SIER yang telah mengajak UMKM miliknya untuk ikut memasarkan produk di acara Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Theresia bercerita bahwa Ia sangat senang karena Gubernur Khofifah berkesempatan meninjau stand pamerannya dan mengapresiasi hasil karya UMKM binaan PT SIER tersebut.


Lihat lebih detail

Produsen Alat Berat Asal Tiongkok Berinvestasi di SIER

PT Zoomlion Indonesia Heavy Industry (ZIHI) menandatangani persetujuan sewa Bangunan Pabrik Siap Pakai (BPSP) di Kawasan Industri SIER pada Jumat (20/5). Zoomlion adalah produsen mesin konstruksi terbesar di Tiongkok, dan terbesar keenam di dunia. Bisnis Zoomlion terdiri dari lima sektor, yakni mesin konstruksi, mesin pertanian, truk besar, bisnis lingkungan, dan layanan keuangan.

Turut hadir pada acara penandatanganan hari ini, antara lain Suranto (Kepala Divisi Pemasaran PT SIER), Isti Kusumawardani (Notaris), Lolita Citta Nirmala (Direktur PT ZIHI), dan Moch. Vicky Iskandar (HR Manager PT ZIHI). Penandatanganan ini dilakukan di Ruang Meeting PT Zoomlion, Kirana Two Office Tower, Level 10E, Jakarta.

"Kami memilih SIER karena lokasinya yang strategis, dekat dengan seluruh kompetitor dan merupakan kawasan khusus industri yang terkenal di Surabaya", ucap Lolita Citta Nirmala, Direktur PT ZIHI.

Luasan BPSP yang tersewa kurang lebih 648 meter persegi. PT ZIHI sudah memiliki beberapa kantor cabang di seluruh Indonesia, seperti Bandung, Cirebon, Serang, Bengkulu, Aceh, Bali, Nusa Tenggara Barat, Balikpapan, Makassar dan masih banyak lainnya.

Lihat lebih detail

Farewell & Kick Off Srikandi BUMN 2022

Pada Senin (18/4) telah dilaksanakan Perpisahan Pengurus Srikandi BUMN tahun 2021 dan Peresmian Pengurus Srikandi BUMN tahun 2022. Acara yang diadakan di Gedung BRI 1, Jakarta ini sekaligus dilaksanakan Pemaparan Program Srikandi BUMN tahun 2022 dan Kick Off Meeting Srikandi BUMN dengan Srikandi masing - masing BUMN.

Selamat kepada Rizka Syafittri Siregar, Direktur Keuangan, Administrasi dan Manajemen Risiko PT SIER atas pengukuhannya sebagai Pengurus Srikandi BUMN tahun 2022 Bidang Srikandi Muda.


Lihat lebih detail

Industri Pakan Hewan Prospektif, Nutricell Investasi di Kawasan PIER Pasuruan

Kawasan Industri PIER Pasuruan yang dikelola PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus mendapat kepercayaan dari dunia usaha. Yang terbaru, perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) PT Nutricell Pacific menyepakati penggunaan tanah industri seluas 15.000 meter persegi di PIER Pasuruan untuk pembangunan sarana produksi produk nutrisi dan kesehatan hewan.

Kesepakatan antara PT Nutricell Pacific dan PT SIER tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Penggunaan Tanah Industri (PPTI). Total investasi tahap pertama PT Nutricell Pacific di Kawasan Industri SIER ini sebesar kurang lebih Rp 60 miliar dengan serapan tenaga kerja sekitar 100 orang.

Direktur Utama PT Nutricell Pacific, Suaedi Sunanto, mengatakan, iklim investasi di industri pakan hewan peliharaan (pet animals) cukup bagus. Nutricell mengembangkan investasi di Kawasan PIER Pasuruan sebagai upaya perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin meningkat.

“Selain prospek pasar di dalam negeri yang cerah, peluang ekspor pun masih terbuka lebar. Pengembangan investasi Nutricell di PIER nantinya selain untuk memenuhi permintaan dalam negeri juga untuk memenuhi permintaan ekspor yang selama ini kurang bisa kami penuhi karena terbatasnya kapasitas produksi,” ungkap Suaedi.

Nutricell, lanjut dia, juga berencana mengembangkan kerjasama dengan perusahaan asal Amerika Serikat. Saat ini, Nutricell sudah memiliki pabrik di Tangerang dan Sidoarjo.

“Kami sangat yakin bahwa masa depan produksi pakan hewan akan didorong oleh teknologi yang menciptakan efisiensi dan produktivitas yang lebih tinggi sekaligus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Keputusan kami memilih investasi di PIER ini karena selain infrastruktur industri lengkap dan dekat akses tol, PIER ini termasuk kawasan industri yang green dan sustainable karena mandiri dalam pengolahan limbahnya,” tambah Suaedi yang didampingi oleh Sigit Widayanto selaku Komisaris, dan Wira Wisnu Wardani selaku Direktur R&D.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT SIER, Silvester Budi Agung, menyambut gembira kehadiran Nutricell di kawasan industri PIER Pasuruan. “SIER bangga bisa melayani dunia usaha untuk berinvestasi dan memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujar Silvester.

“Selain menunjukkan kepercayaan kepada SIER yang terus meningkat, kehadiran investor-investor baru di kawasan industri yang kami kelola ini juga menjadi sinyal pemulihan ekonomi. Kami optimistis bisa terus menjadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi melalui pengelolaan kawasan industri yang modern dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Dia menambahkan, PT SIER memegang teguh prinsip pengelolaan kawasan industri yang berkelanjutan dengan mengikuti berbagai standar dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) dalam Pengelolaan Lingkungan yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup sejak tahun 1995. Setiap tahun, SIER mengikuti penilaian Proper dan konsisten mendapatkan Proper Biru, di mana perusahaan dianggap telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang dipersyaratkan sesuai aspek yang dipersyaratkan oleh pemerintah.

“PT SIER akan terus meningkatkan kualitas layanan secara terintegrasi kepada seluruh tenant dan calon investor agar semakin dipercaya sebagai salah satu pengelola kawasan industri terbaik di Indonesia, khususnya tentang sustainability. Kami senang perusahaan dalam negeri mulai pulih dan berinvestasi di SIER. Terima kasih atas kepercayaan untuk PT SIER,” jelas Silvester didampingi oleh Komisaris Utama PT SIER Suwartomo, Direktur Operasi PT SIER Didik Prasetiyono, dan Direktur Keuangan, Administrasi dan Manajemen Risiko PT SIER Rizka Syafittri Siregar.

Lihat lebih detail

Ikan Mati di Waduk, SIER Gerak Cepat Uji Laboratorium

SURABAYA - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) bergerak cepat menangani masalah adanya ikan-ikan yang mengapung mati di Waduk V SIER. Pengelola kawasan industri di kawasan Rungkut, Surabaya, itu mengambil sejumlah langkah teknis terkait masalah tersebut.

“Tim SIER bergerak cepat melakukan penanganan di antaranya dengan melakukan sampling air dan ikan mati untuk dilakukan uji laboratorium guna mengetahui sebab-sebab kejadian tersebut. Kami memiliki protokol penanganan masalah seperti ini, dan semua langsung kami jalankan,” ujar Direktur Operasional PT SIER, Didik Prasetiyono, Sabtu (22/1/2022).

Sampai saat ini, tim laboratorium SIER sedang dalam proses menyelidiki penyebab terjadinya hal tersebut. “Kita belum bisa mengambil kesimpulan, karena proses kerja di laboratorium sedang berjalan,” tutur Didik.

Dia menambahkan, PT SIER juga telah melakukan pembersihan di waduk. Pemantauan waduk juga dilakukan secara intens.

PT SIER, imbuh Didik, memegang teguh prinsip pengelolaan kawasan industri yang berkelanjutan. SIER telah mengikuti berbagai standar dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) Dalam Pengelolaan Lingkunganyang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup sejak tahun 1995.

Setiap tahun, SIER mengikuti penilaian Proper dan konsisten mendapatkan Proper Biru, di mana perusahaan telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku alias telah memenuhi semua aspek yang dipersyaratkan oleh pemerintah.

“Kami menjaga pilar-pilar pengelolaan lingkungan secara konsisten. Bila mana ada kejadian tertentu seperti dalam masalah ikan mati di waduk, sesuai protokol, segala respons dijalankan, mulai dari pembersihan, pemantauan, hingga penyelidikan laboratorium,” jelas Didik.

Lihat lebih detail