Press Release

.

Kunjungi SIER, Austrade: Yakin SIER Adalah Mitra Kolaborasi Potensial dan Relevan

Surabaya, 28 Februari 2024 - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) mendapatkan kunjungan dari Komisi Perdagangan dan Investasi Pemerintah Australia atau Australian Trade and Investment Commission (Austrade) dalam rangka menjajaki potensi kolaborasi perdagangan dan investasi dengan PT SIER pada Kamis (28/2).

“Sebagai PIC sektor infrastruktur Austrade di Indonesia, saya meyakini PT SIER merupakan mitra kolaborasi potensial dan relevan bagi industri Australia,” kata Popo Anwar, Business Development Manager (Infrastructure) Austrade.

Tak hanya pemaparan dan diskusi, perwakilan Austrade juga berkunjung ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dimiliki PT SIER. Austrade ingin melihat bagaimana cara mengelola limbah untuk menghasilkan air bersih yang layak digunakan untuk kegiatan operasional PT SIER. Pemerintah Australia melihat bahwa teknologi pengelolahan air limbah ini sangat penting untuk dipelajari agar air bersih dapat terjamin ketersediannya di masa depan.

“PT SIER adalah salah satu perusahaan kawasan industri terbesar di Indonesia, khususnya yang menerapkan teknologi Waste Water Treatment Plant (WWTP) yang sukses dan berkapasitas besar,” ungkap Lauren Adams, Trade and Investment Commissioner

Saat ini PT SIER mampu mengelola dan menangani air limbah dari seluruh pabrik di lingkungan SIER dan PIER. PT SIER juga menangani pengolahan air limbah dari pabrik di luar SIER dan PIER, di wilayah Jawa Timur.

Kedatangan perwakilan Austrade disambut langsung oleh Direktur Utama PT SIER, Didik Prasetiyono. Tim Austrade yang hadir dalam kunjungan selain Popo dan Lauren, adalah Aris Pratama, Senior Business Development Manager di Austrade.

“Pengolahan air limbah di SIER dan PIER menggunakan sistem pengolahan biologis tanpa bahan kimia apapun. Volume air yang dapat diterima di IPAL kami adalah 10.000 m2/hari di IPAL Surabaya dan 14.000 m2/hari di IPAL Pasuruan,” tutur Didik.

Didik berharap, hubungan yang sudah terjalin antara PT SIER dengan Austrade bisa semakin baik ke depannya. Hubungan ini bisa saling menguntungkan dan bisa melahirkan kerjasama yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.

”Kami juga ingin memahami operasi dan tantangan salah satu yang terbesar perusahaan kawasan industri di Indonesia khususnya terkait penerapan smart technology, limbah, dan pengolahan air,” ungkap Popo ketika ditanya mengenai latar belakang dilakukannya kunjungan pada hari ini.


Lihat lebih detail

Perayaan Sederhana, Makna Mendalam: PT SIER Rayakan 50 Tahun dengan Istighosah

PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) merayakan tonggak bersejarah usia 50 tahun dengan kesederhanaan yang penuh makna. Dalam semangat syukur dan doa bersama, perusahaan menggelar acara istighosah sebagai bentuk refleksi atas lima dekade keberhasilan, inovasi, dan dedikasi yang telah menjadi kunci sukses bagi SIER.

SIER menegaskan komitmennya untuk terus memajukan perekonomian negara melalui pengelolaan industri yang berkelanjutan. Acara istighosah dan doa bersama ini diikuti seluruh karyawan dan dihadiri Direktur Utama PT SIER, Didik Prasetiyono dan Direktur Keuangan, Administrasi dan Manajemen Resiko PT SIER Rizka Syafittri Siregar, yang digelar di Hall Basroni RIzal Gedung Wisma SIER dan juga secara virtual lewat zoom meeting.

"Pada momen bersejarah ini, kami ingin mengajak seluruh karyawan untuk bersama-sama mensyukuri capaian di titik ini dan berdoa agar SIER tetap menjadi pilar utama dalam pembangunan kawasan industri yang cemerlang dan berkelanjutan. Dengan istighosah ini, PT SIER merayakan dengan bersyukur atas 50 tahun dedikasi, menguatkan komitmen untuk menjadi pilar utama dalam pembangunan industri yang cemerlang dan berkelanjutan, ujar Didik Prasetiyono.

Dalam menghadapi iklim investasi yang penuh ketidakpastian, Didik menyampaikan bahwa SIER harus konsisten menerapkan bisnis yang memperhatikan aspek Environmental, Social & Governance (ESG). Perusahaan juga ditantang untuk senantiasa membuat strategi bisnis yang tangkas, menjaga kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, serta terus meningkatkan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) di berbagai bidang.

"Kami percaya bahwa dengan komitmen bersama, SIER akan terus menjadi penggerak utama dalam pembangunan industri yang berkelanjutan, memberikan manfaat yang luas dan berkesinambungan bagi masyarakat sekitar dan bangsa. Konsistensi pelaksanaan ESG, penyiapan SDM unggul dan tentunya peningkatan kualitas program TJSL yang berkesinambungan harus terus dilakukan,” tambah Didik.

Ustadz Muhammad Sholeh Drehem, Lc. M.Ag., dalam kesempatan istighosah perayaan 50 tahun PT SIER, menyampaikan pesan yang mendalam tentang perlunya bersyukur.


“Lima puluh tahun merupakan perjalanan tidak singkat, penuh dengan tantangan, semoga SIER dapat terus menjadi perusahaan yang menjunjung tinggi akhlak di atas setiap kinerja yang dilakukan. Tanpa akhlak dan iman kepada Allah, rencana kerja apapun tidak akan terwujud. Sebagai manusia, kita perlu selalu ingat bahwa setiap langkah dalam hidup adalah sebuah ujian dan anugerah dari Allah SWT. Kita harus belajar untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita, termasuk nikmat usia dan keberadaan perusahaan ini selama lima dekade,” ujar Ustadz Sholeh Drehem.

Dalam suasana yang penuh berkah dan harapan, Ustadz Sholeh meminta PT SIER memasuki usia emasnya dengan penuh syukur. Melalui istighosah ini, perusahaan agar berkomitmen untuk terus menjaga nilai-nilai luhur, mengabdi dengan sepenuh hati, dan berkontribusi maksimal bagi kemajuan Indonesia.

"Dengan bersyukur, kita membuka pintu-pintu keberkahan. Bersyukur bukan hanya saat segala sesuatu berjalan lancar, tetapi juga ketika kita diuji dengan cobaan. Allah memberikan nikmat-Nya kepada kita dalam berbagai bentuk, dan bersyukur adalah cara untuk mengakui dan menghargai segala yang telah diberikan. Melalui kesederhanaan dan keikhlasan dalam bersyukur, kita akan merasakan kedamaian dan kebahagiaan yang sejati. Semoga PT SIER, dalam perayaan usia emasnya, selalu dapat merangkul rasa syukur ini sebagai landasan utama dalam setiap langkah ke depannya,” pungkas Ustadz Sholeh.

Lihat lebih detail

SIER: Tonggak Kemajuan Industri Indonesia di Usia Emasnya

PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) merayakan momen bersejarah pada hari ini, saat genap setengah abad usianya. Dalam lima dekade perjalanan yang penuh inovasi dan dedikasi, SIER telah menjadi pilar utama dalam pembangunan kawasan industri yang berkelanjutan di Indonesia.

Direktur Utama PT SIER, Didik Prasetiyono, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus menjadi kawasan industri hijau yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

"Perjalanan luar biasa ini, dari sebatang pohon kecil hingga tumbuh menjadi hutan industri yang kokoh, menjadi titik refleksi yang istimewa bagi kami. SIER terus berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, menjadi pilar pembangunan industri hijau di Indonesia " ujar Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia ini.

Menghadapi era digitalisasi, SIER gencar melakukan transformasi di semua lini bisnisnya. Perusahaan menyadari pentingnya mengikuti perkembangan teknologi untuk memperkuat posisinya dalam industri.

"Di usia 50 tahun ini, SIER terus berupaya meningkatkan kinerja dan relevansinya, transformasi dan digitalisasi proses bisnis menjadi pilihan untuk memperbaiki pelayanan bagi seluruh tenant SIER" tambah Didik.

Dalam tahun 2023, capaian keuangan SIER menunjukkan pertumbuhan yang positif, salah satu tonggak penting pada tahun 2023 adalah masuknya perusahan KT&G TSPM di kawasan industri SIER di Pasuruan, perusahaan tembakau ternama dunia dari Korea, dengan nilai investasi mencapai 6,9 triliun. Hal ini menandai kepercayaan yang terus tumbuh terhadap SIER sebagai mitra strategis dalam pengembangan industri di Indonesia.

Berdiri sejak 28 Februari 1974, SIER tidak hanya menjadi salah satu kawasan industri tertua di Indonesia, tetapi juga kawasan industri pertama di Jawa Timur. Dari awal dengan luas kawasan 245 hektare di Rungkut, Surabaya, SIER terus berkembang ke Berbek Waru Sidoarjo dan Rembang Pasuruan hingga hampir 1000 Hektar, dan direncanakan melakukan ekspansi ke kawasan industri Ngawi.

Didik menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh manajemen, karyawan, dan mitra perusahaan yang turut berperan dalam meraih prestasi gemilang ini. "Kolaborasi, dedikasi, dan semangat juang adalah kunci keberhasilan SIER. Kami yakin, di masa depan yang penuh harapan ini, SIER akan terus menjadi tonggak kemajuan industri di Indonesia," tutupnya.

Dengan semangat yang sama, SIER siap melangkah ke depan sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, mewujudkan visi sebagai kawasan industri hijau dan berdampak positif bagi masyarakat Indonesia.

Lihat lebih detail

Wujudkan Kawasan Industri Ramah Lingkungan, PT SIER Teken Kerjasama dengan Reciki Terkait Pengelolaan Sampah

Surabaya, 22 Februari 2024 - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan PT Reciki Solusi Indonesia terkait pengelolaan sampah. Agenda penandatanganan yang dihadiri oleh Direktur Utama PT SIER, Didik Prasetiyono dan Direktur PT Reciki, Bhima Aries Diyanto ini dilaksanakan pada Kamis (22/2) berlokasi di Wisma SIER, Surabaya.

Menuju usia 50 tahun, PT SIER terus berupaya untuk merealisasikan tagline perusahaan yang bertajuk Green, Modern & Integrated. Kerjasama yang akan dilakukan kedua belah pihak merupakan kerjasama pengelolaan sampah kawasan dengan tujuan untuk mengurangi sampah yang yang terbuang kembali ke tanah (zero waste to land fill).

“SIER sudah membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan PIER Pasuruan dan akan dikerjasamakan dalam hal pengelolaannya dengan Reciki,” ujar Didik.

Didik menambahkan, bahwa TPST milik SIER ini merupakan TPST pertama yang dimiliki oleh kawasan industri BUMN di Indonesia. SIER berharap bisa menjadi pionir bagi kawasan industri lainnya.

“Reciki sudah memiliki pengalaman dalam mengelola sampah sejenis sampah rumah tangga dan kami siap bekerjasama dengan PT SIER dalam mewujudkan kawasan industri yang lebih ramah lingkungan,” kata Bhima.

TPST PT SIER di Pasuruan memiliki luasan 2 hektar, dengan kapasitas mesin daya tampung dan olah lebih kurang 60 ton semua jenis sampah padat (organic-anorganik-non B3) per hari.

TPST ini nantinya mulai beroperasi di pertengahan tahun 2024 dan akan dikembangkan melalui digitalisasi pelayanan dan data agar bisa memberikan manfaat dan kemudahan jangka panjang.

“Harapannya nanti ketika sudah beroperasi, TPST ini akan menjadi solusi untuk para stakeholder, dalam hal ini, pemerintah daerah serta perusahaan kawasan sebagai alternatif solusi pengelolaan sampah”, ungkap Didik.

Penandatanganan ini turut dihadiri oleh Silvester Budi Agung selaku Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT SIER, Lussi Erniawati selaku Direktur Operasi PT SIER, Irsyad Septian selaku Kepala Divisi Pengembangan PT SIER dan Dedi Apriyanto selaku Kepala Divisi ICT PT SIER.

Perwakilan dari PT Reciki Solusi Indonesia yang hadir antara lain Bhima Aries Diyanto selaku Direktur Utama, Ahmad Muamar selaku Direktur Operasi, Hendriadi selaku Government Relation Manager, Adhitya Rakhma Putra selaku Operations Manager dan Trisca Deffy selaku Business Development Expert.


Lihat lebih detail

Kunjungan KBRI Tripoli dan Pengusaha Libya ke SIER, Membuka Peluang Bisnis Indonesia di Libya

Surabaya, 22 Februari 2024 - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tripoli bersama dengan beberapa pengusaha Libya dan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan RI melakukan kunjungan ke PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mempersiapkan partisipasi Indonesia pada Tripoli International Fair (TIF) ke-50.

Selain ke Surabaya, kunjungan juga dilaksanakan ke beberapa perusahaan dan industri di Jakarta. Kepala Perwakilan KBRI Tripoli, Dede Achmad Rifai, menyampaikan bahwa tujuan lain dari kunjungan ke SIER ini adalah meningkatkan potensi volume perdagangan antara Indonesia dan Libya.

"Kami berharap potensi neraca perdagangan semakin baik dan surplus untuk Indonesia. Kami juga mengundang perusahaan Indonesia untuk berpartisipasi dan mengirimkan perwakilan untuk memamerkan produk dalam pameran TIF ke-50 tahun ini. Libya saat ini sudah kondusif untuk transaksi bisnis, dan potensinya besar terutama dalam pasar spare part motor. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama dan kemitraan bisnis," kata Dede.

Dede menambahkan, Kawasan Industri SIER dipilih sebagai tujuan kunjungan KBRI Tripoli karena secara strategis dianggap memiliki andil yang cukup besar dalam menciptakan iklim investasi yang baik.

"Kami juga secara geografis di Tripoli telah intens berkomunikasi dengan Dubes Tunisia, Pak Zuhairi Misrawi, yang juga telah mengunjungi SIER. Harapannya, kunjungan bersama pengusaha-pengusaha Libya ini dapat membantu meningkatkan ekspor Indonesia ke Libya yang pada tahun 2023 mencapai US$110 juta (Rp1,65 triliun)," ungkap Dede.

Tim perwakilan KBRI Tripoli dan Pengusaha Libya yang hadir disambut secara langsung oleh Direktur Utama PT SIER, Didik Prasetiyono dalam pertemuan yang bertema "TIES THAT GROW: Strengthening Business Bonds with the Indonesian Embassy and Tripoli-Libya Delegation at PT Surabaya Industrial Estate Rungkut". Pertemuan ini tidak hanya berisi pemaparan materi dan diskusi hangat, tetapi seluruh partisipan juga melakukan kunjungan lapangan.

"Selain berdiskusi tentang potensi perdagangan, kami mengajak seluruh delegasi untuk merasakan langsung dengan kunjungan ke kawasan industri dan instalasi pengolahan air limbah terpadu milik SIER. Kami percaya bahwa kemajuan industri harus sejalan dengan menjaga keberlanjutan lingkungan. Selanjutnya, kami berkunjung ke PT Cargill Indonesia dan PT Mondelez Indonesia di industri PIER Pasuruan. Kami mengapresiasi KBRI Tripoli dan Direktorat Jenderal PEN Kemendag RI yang terus mendorong pengembangan potensi ekonomi, terutama di kawasan industri," ujar Didik yang juga Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia.

Sementara itu, salah satu perwakilan pengusaha Libya yang ikut dalam rombongan menyampaikan harapannya untuk meningkatkan kerjasama lebih erat antara para pengusaha kedua negara, karena Indonesia terkenal dengan penduduknya yang ramah dan produk berkualitas di Libya.

"Masyarakat Libya sangat menyukai produk Indonesia, seperti biskuit dan kopi dengan berbagai rasa. Kami, para pengusaha Libya, berharap dapat melihat dan menjalin kerjasama ekspor produk Indonesia, terutama produk dari Jawa Timur yang ada di kawasan industri SIER dan PIER ini," ucap Mohamed Halul dari Abyar Meeji Co, Libya.


Lihat lebih detail